Renungan

Berani Bertanggung Jawab

Hal kudus yang menyebabkan orang itu berdosa, haruslah dibayar gantiya dengan menambah seperlima, ...... – Imamat 5 : 16

Setiap kesalahan pasti memiliki konsekuensi. Setiap kesalahan yang ada, akan berakibat merusak tatanan yang sudah tertata rapi. Tuhan memang menuntut umat Israel agar membawa korban untuk menata kembali hubungan umat atau pribadi yang melakukan kesalahan kepada Tuhan (5 ; 14-19), dalam mengembalikan tatanan tersebut, terdapat konsekuensi yang harus ditanggung. Serta terdapat akibat yang harus dibenahi.

Ketika kita berbuat salah, mungkin terasa lebih mudah membawanya dalam doa, memohon ampun kepada Tuhan, kemudian menganggap bahwa masalahnya telah selesai. Namun, permintaan ampun kepada Tuhan itu perlu dibarengi dengan sikap serta tindakan yang menyatakan bahwa kita sungguh menaydari kesalahan tersebut dan juga, siap menanggung konsekuensinya. Tuhan menghendaki bahwa secara sosial pun masalah itu harus dibenahi. Apabila kita memiliki masalah dengan orang lain, maka kita perlu mendatangi orang itu dan meminta maaf kepadanya. Dengan demikian masalah akan jernih dan tuntas bagi semua orang dan kita tentunya akan menjadi saksi-saksi Kristus. Jika ada barang yang menjadi objek perselisihan, Tuhan menuntut bukan saja barang itu dikembalikan melainkan juga ada bukti penyesalan berupa pembayaran denda. Hukum sipil Israel kuno mengakui kerugian potensial yang diakibatkan oleh sebuah tindakan kriminal sehingga tidak bisa orang yang berbuat salah begitu saja menganulir kesalahannya dengan kembali ke titik nol seolah-olah kejadian itu tak pernah terjadi. Contoh kongkritnya, korupsi tidak dikatakan selesai ketika 10% ataupun 100% dari hasil korupsinya diserahkan sebagai persembahan. Hasil korupsi itu harus dikembalikan kepada pihak yang berhak. Barulah hal itu menjadi selesai di hadapan Tuhan.

Berbagai aspek kehidupan kita, hidup pribadi, hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama semua saling terkait. Kitab Imamat yang berbicara tentang kekudusan hidup mengingatkan kita bahwa Tuhan memanggil kita untuk hdiup berbeda dari orang dunia sebagai saksi-saksi-Nya yang Ia tempatkan di tengah-tengah dunia yang penuh dengan dosa.

Doa : Mampukan kami ya Tuhan umat-Mu didalam kami menunjuukkan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan kami hari lepas hari.


Renungan: Sabda Bina Umat
Gambar : Google.com