Renungan

Allah Turut Bekerja

“Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela” – Mazmur 84 : 12b

relasi dengan Allah sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengalamiAllah di dalam hidup kita. Sebab pengalaman itulah yang akan membuktikan sejauh mana kita mempercayakan hidup kepada Allah. Karena banyak terjadi bahwa relasi dengan Allah menjadi suam-suam justru karena Allah tidak pernah dijadikan sumber hidup. Dengan menjadikan Allah sebagai sumber hidup, maka Allah tidak pernah dijadikan faktor sekunder di dalam hidup kita. Ia menjadi faktor utama dan penentu di dalam hidup kita.

Inilah yang dialami oleh Israel. Dengan menggunakan bahasa bernada mistis, Allah dialami sebagai Ia yang dekat. Sehingga upaya mendekatkan diri kepada-Nya hanya mungkin sejauh doa sebagai sarana komunikasi antara manusia dan Allah. Melalui doa kita juga memastikan bahwa Allah tidak jauh tetapi dekat dengan kita. Begitulah rasa dekat dengan Allah membuat satu hari begitu berharga. Kita merasakan kehilangan besar jika waktu ini berlalu begitu saja tanpa Tuhan. Sebab, di dalam kebersamaan dengan Tuhan kita beroleh keselamatan. Dan bersama dengan TUhan saja jaminan kemuliaan dan ekbaikan dialami secara nyata.

Relasi akrab dengan Allah adalah jaminan kita mampu bertahan dalam menjalani hidup ini. Dalam relasi itu Allah turut bekerja mendatangkan damai sejahtera bagi kita yang hidup bergantung penuh kepada-Nya.

Doa : Biarlah kami Tuhan dipenuhi oleh kerinduan untuk dekat kepada-Mu dan baharuilah kami senantiasa.


Renungan: Sabda Bina Umat
Gambar : Google.com