Renungan

Kerinduan Membuahkan Kesaksian

“Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau” – Mazmur 84 : 6a

Kerinduan kepada Allah diungkapkan melalui istilah rasa bergetar (tremendum) dan rasa kagum (fiscinosum). Manusia bergetar kepada Allah yang besar kuasa-Nya. Manusia juga kagum pada tindakan Allah yang dahsyat. Dalam pengalaman iman Israel, bergetar dan kagum dirasakan lewat karya pembebasan yang Allah telah nyatakan sejak masa lampau, kini dan ke masa depan. Ketika sudah terbentuk menjadi sebuah bangsa, maka rasa getar dan kagum ditujukan kepada Bait Allah.

Kedudukan Bait Allah bagi Israel menjadi pusat dari seluruh kehidupan bangsa ini. Bait Allah sebagai kediaman Allah sekaligus mengungkapkan perjalanan iman bangsa Israel bersama Allah. Pengalaman bersama Allah yang telah membawa mereka menjadi bangsa yang terbebas dari penderitaan. Itulah alasan bagi umat untuk selalu rindu pada keidaman Allah. Kerinduan tersebut terungkap melalui upaya Israel untuk hidup seturut dengan kehendak-Nya. Tidak ada bentuk rasa rindu kepada Allah kecuali dengan hidup secara baru dalam ketaatan.

Kerinduan kepada Allah ini menjadi alat kesaksian yang hidup. Mengapa? Karena memberi dampak kepada orang lain. Melalui pembaruan hidup yang terus menerus, maka orang lain pun dapat turut serta dalam mengungkapkan kerinduannya kepada Allah.

Doa : Tolonglah kami Tuhan untuk memiliki kerinduan kepada-Mu melalui usaha kami membarui hidup.


Renungan: Sabda Bina Umat
Gambar : Google.com