Renungan

Cerdik Melihat Situasi

...maka mereka pun bertindak dengan memakai akal : ...... – Yosua 9 : 4

Cerita dongeng tentang si Kancil yang mengingatkan kita betapa lihainya kata-kata si kancil sehingga lepas dari mulut buaya yang sudah lapar. Kancil lepas dari cengkraman buaya karena memiliki keceridkan. Walaupun itu hanya cerita dongeng, tetapi telah mengingatkan kita bahwa kecerdikan sangat dibutuhkan bagi siapapun juga agar mampu keluar dari berbagai kesulitan.

Bacaan kita menjelaskan bagaimana orang Gibeon memutar otak Agar tidak menjadi sasaran serangan selanjutnya dari orang Israel. Caranya adalah : menyediakan tempat bekal dan munum yang jelek, kasut dan pakaian yang buruk serta roti yang sudah kering (ayat 4-5). Tujuannya tidak lain agar mendapat belas kasihan dari Yosua dan orang Israel. Kecerdikan orang Gibeon berhasil dan melalui Yosua diadakan persahabatan bahkan sumpah untuk tidak mengganggu dan membiarkan mereka hidup (ayat 15). Mengapa Yosua dan orang Israel gampang terperdaya? (1) karena penampilan orang Gibeon yang lusuh dan (2) mereka tidak bertanya atau meminta petunjuk dengan TUHAN (ayat 14). Orang Gibeon cerdik melihat situasi dan berhasi mengelabui Yosua dan orang Israel. Kini mereka tinggal tentram ditengah-tengah orang Israel.

Banyak orang ingin menjadi pandai dan cerdik tentu sangat baik, tetapi kepandaian dan kecerdikan seharusnya dipakai untuk tujuan baik bagi diri dan sesama ciptaan dengan tidak mencari keuntungan sendiri tanpa memperdulikan kerugian yang dirasakan oleh ciptaan yang lain. Kata Yesus, “cerdiklah seperti ular” mempunyai maksud bahwa kecerdikan bukan untuk memperdayai atau menipu orang atau ciptaan yang lain. Kita seyogianya cerdik, supaya tidak mudah ditipu tetapi juga menipu yang lain.

Doa : Ya Roh Kudus berilah hamba-Mu hikmat agar dapat membedakan yang benar dan jahat.


Renungan: Sabda Bina Umat
Gambar : Google.com