Renungan

Janganlah Takut Dan Tawar Hati

...berfirmanlah TUHAN kepada Yosua : “Janganlah takut dan janganlah tawar hati.... – Yosua 8 :1

Kegagalan kadang membuat seseorang goyah dan ragu-ragu untuk mengulangi pekerjaan yang sudah pernah dilakukan. Kegagaln kadang membuat rasa takut dan frustasi untuk memulai sesuatu lagi dari awal. Pengalaman itu juga yang dialami oleh Yosua dan orang Israel.

Jangan takut dan tawar hati! Itulah motivasi Tuhan kepada Yosua. Mengapa Tuhan berfirman demikian? Karena Tuhan tahu bahwa Yosua dan semua orang Israel dibayangi kegagalan pertama, yaitu ketika mereka menyerang orang Ai. Tuhan tahu bahwa mereka berada dalam tekanan dan rasa takut untuk kembali berperang dengan orang Ai (Yosua 7 : 4-5). Perkataan Tuhan “jangan takut dan tawar hati” bermaksud agar orang Israel menatap kembali masa depan dengan berani melangkah memasuki kota Ai. Tuhan menghendaki orang Israel menghilangkan kegamangan melihat musuh mereka. Yousa dan orang Israel harus menyadari bahwa Tuhan akan menyertai mereka serta mengalahkan orang Ai. Bukti bahwa Tuhan terlibat dalam peperangan melawan orang Ai di mana Ia sendiri yang mengatur semua rencana untuk dilaksanakan Yosua (ayat 2). Firman-Nya, “Jangan takut dan tawar hati” menandakan bahwa Tuhan beserta dengan Yosua dan orang Israel, mereka tidak akan gagal lagi apabila mengikuti perintah-Nya.

Kita semua pernah mengalami kegagalan dalam hidup dan tak mudah menerima kegagalan, kadang begitu sulit untuk bangkit, tetapi kita memang harus segera bangkit dan mencoba serta mencoba lagi untuk meraih kemenangan. Tuhan Yesus tidak akan membiarkan orang yang mau bangkit, berjalan sendirian. Kegagalan dapat membentuk iman percaya kita agar lebih kuat dan tangguh. Tanamkan dalam diri bahwa Yesus adalah kekuatan dalam melewati manis maupun pahitnya hidup.

Doa : Tuhan, Engkaulah kekuatanku. Bimbinglah kami agar hamba-Mu tidak berasa takut menjalani hidup ini.


Renungan: Sabda Bina Umat
Gambar : Google.com